Monday, 10 September 2018

MPLM Tahun Ajaran 2018/2019

MPLM Tahun Ajaran 2018/2019


Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah (MPLM), juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Hampir seluruh sekolah/madrasah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru. Pada perguruan tinggii, kegiatan serupa dikenal dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus 
(disingkat Ospek).

MPLM dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLM juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah/madrasah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah/madrasah.

Pada kebanyakan sekolah/madrasah, biasanya MPLM sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLM berlangsung. Di sekolah tertentu, terkadang MPLM hanya dilaksanakan oleh pihak guru dan kepala sekolah saja, baik dengan atau tanpa bantuan keterlibatan kelompok OSIS.









Wisuda Ke - 2 MA Miftahul Falah


Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa/siswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas/sekolah. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Biasanya setelah acara selesai dilakukan acara foto-foto bersama dengan orang tua, teman-teman atau dengan guru - guru. Pada wisuda biasanya memakai pakaian yang ditentukan, pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain jarik, tetapi secara umum menggunakan baju toga.









Tuesday, 10 July 2018

RESOLUSI ATAU INTROSPEKSI






TAHUN AJARAN BARU DATANG : RESOLUSI ATAU INTROSPEKSI?


Fenomena Tahun Ajaran Baru menjadi hal yang sangat ditunggu, terutama bagi peserta didik yang ingin merasakan jenjang pendidikan dan pembelajaran dengan suasana yang baru. Tahun ajaran merupakan tingkatan atau masa belajar peserta didik menempuh pendidikan dengan waktu yang telah ditentukan. Bagi mereka yang sudah merasakan pendidikan dan pembelajaran, maka tahun ini menjadi situasi yang berbeda (naik kelas) dari pendidikan dan pembelajaran yang sudah ditempuh sebelumnya. Adapun bagi peserta didik yang telah berhasil melalui masa belajar dengan waktu yang telah ditentukan, mereka akan memasuki jenjang yang berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya. Seperti sekolah dasar ke sekolah menengah pertama, dari sekolah menengah pertama ke menengah atas, bahkan dari menengah atas sampai pada jenjang universitas.

Proses yang panjang serta melelahkan harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan hati. Memang tidak murah dan mudah bagi kita untuk memastikan bahwa pendidikan yang kita akan peroleh sesuai dengan hasil yang diiinginkan. Butuh waktu dan usaha yang maksimal agar hasil yang diharapkan sesuai dengan proses yang dijalankan.




Pandangan kita terhadap tahun ajaran baru ini harus dibuka secara luas, mawas diri dan menilai apakah kita sudah siap untuk menjalani tahun ajaran baru ini melebihi apa yang sudah kita dapatkan dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain, tahun ajaran baru dijadikan sebagai batu loncatan untuk mengenali potensi, berprestasi dan berinovasi untuk bekal di masa yang akan datang.

Sampai saat ini, kehadiran kita meramaikan wahana pendidikan (belajar) agar kita menjadi warga pelajar yang terus berprestasi, bukan untuk selfi karena mengikuti tren saat ini. Kita harus mengejar potensi yang kita miliki, bukan untuk menjadi artis tik tok yang tidak pasti. Semuanya harus kita tuntaskan pada tahun ajaran baru ini.

Perlu diketahui oleh kita, generasi terpelajar seperti kita harus memastikan bahwa suatu saat nanti, kita hadir dalam memperbaiki bahkan memajukan bangsa ini. Karena pada tahun 2020-2030 Indonesia akan diwarnai dengan fenomena bonus demografi. Mungkin sebagian besar kita masih belum mengetahui tentang bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia pada tahun 2020-2030. Hal pertama yang muncul di benak masyarakat adalah apa sih bonus demografi itu? Bonus demografi adalah keadaan di mana usia muda (produktif) akan lebih banyak dibandingkan dengan usia pra-muda (tua/non produktif). Akan ada kenaikan sekitar 70% untuk usia muda yaitu usia mulai dari 15 sampai dengan usia 64 tahun. Sedangkan 30% merupakan usia pra-muda (tua/non produktif) yaitu usia mulai dari 14 tahun ke bawah dan usia mulai dari 65 tahun ke atas (CNN Student, 2017).

Pada bonus demografi ini pergerakan dan peluang kemajuan bangsa akan didominasi oleh kita yang masih muda. Yang artinya pada 2020 sampai dengan 2030, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang usianya didominasi oleh usia muda, yang dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Pertanyaanya ialah apakah kita sudah siap dengan fenomena bonus demografi? Bekal apa yang akan kita sudah persiapkan? Bagaimana cara mencapai agar kita menjadi seseorang yang berprestasi? Apakah suatu saat nanti saya bisa menjadi seseorang yang bermanfaat untuk bangsa dan negara? ataukah saya hanya menjadi pelengkap dari jumlah pengangguran yang ada? Jawaban ini tentu akan kita dapatkan dari tahun ajaran baru ini.

Kita harus menjadi orang yang bermimpi besar untuk menggapai tujuan yang besar. Saya mengingat M. Angelo seorang pelukis terkenal mengungkapkan “I fear not and you fail to achieve a dream, which I can not find you to achieve your dreams and dreams too low”. (yang saya takutkan bukan anda gagal meraih mimpi, yang saya takutkan anda berhasil meraih mimpi dan mimpi anda terlalu rendah). Dengan bermimpi kalian akan memperoleh jati diri untuk kalian pegang di kemudian hari.
Dan tahun ajaran baru ini menjadi fasilitas kalian untuk meningkatkan mimpi dan prestasi dalam belajar, tentunya kalian perlu memperbaiki kualitas cara belajar kalian dari sebelumnya. ada baiknya kamu buat persiapan matang di awal tahun ini, agar diakhir nanti kalian tinggal menuai hasil yang diinginkan.
1. Berdoa dengan niat menuntut ilmu
Doa menjadi kekuatan kita untuk memperoleh hasil kerja keras yang sudah kita lakukan dalam menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu juga harus didasari niat untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kenikmatan akal dan kesehatan badan.
2. Bersungguh-sungguh dalam belajar
Segala sesuatu harus didasari oleh keinginan yang kuat. Motivasi yang tinggi untuk bersungguh-sungguh belajar dengan harapan dan keinginan mencapai kesuksesan. Jika tidak, proses belajar kita akan sia-sia.
3. Dekat dengan catatan
Dekat dengan catatan berarti kalian telah mengerti bahwa ilmu yang didapatkan adalah ilmu yang sangat penting. Catatlah pelajaran yang telah diberikan. Ulangi dan pahami kembali dengan membaca catatan kalian setelah pelajaran yang diberikan itu selesai. Dan buatlah rangkuman kecil dari apa yang telah kalian pahami.
4. Fokus saat belajar di kelas
Usahakan selalu konsentrasi penuh dalam pembelajaran di kelas. Materi yang disampaikan sebaiknya diperhatikan karena sewaktu waktu hal itu akan menjadi bahan tambahan pada saat ujian.
5. Belajar secara bertahap
Belajar mendadak memang tidak efektif yang justru mengakibatkan kita pada lupa apa yang telah dipelajari. Konsisten dan mau mengulangi pelajaran yang didapatkan adalah kunci. Materi banyak bukan masalah. Cara yang paling efektif ialah membuat ringkasan tiap pelajran, kalau perlu kalian buat table, pohon bercabang, gambar, peta konsep agar mudah di pahami
6. Cari waktu yang tepat untuk belajar
Tiap orang punya waktu yang cocok untuk belajar, tergantung situasi dan kondisi seseorang. Penelitian telah membuktikan waktu shubuh adalah waktu yang efektif. Karena pada saat itu, otak kita sedang mengalami proses pemasukan oksigen secara maksimal. Selain itu, belajar sebelum tidur pun dianjurkan, karena menjadi refleksi pikiran kita dari apa yang telah kita pelajari seharian.
7. Anti dengan remedial
Remedial ialah proses perbaikan atau pengulangan dari salah satu materi belajar. Hal ini menjadi kegelisahan dan kekhawatiran bagi kita. Tentu kita tidak menginginkan hal ini terjadi. Bagaimanapun remedial bisa kita hindari dengan cara berupa untuk meningkatkan kualitas belajar diluar ataupun di dalam kelas. Walaupun tujuanya untuk mengukur keberhasilan, akan tetapi berhasil dengan tidak masuk dalam remedial itu lebih menyenangkan. Mulai saat ini, tanamkan pada diri kalian untuk katakan “Kita Anti Remedial”. Apalah bisa, jawabanya tentu bisa...

Tahun ajaran baru memang penuh dengan warna, bahagia dan nostalgia. Dijalankan dengan penuh suka cita, dengan berharap akan lebih baik dari sebelumnya. Tidak mengulangi kesalahan yang sama menjadi keniscayaan bagi kita. Mari kita tanamkan tahun ini dengan prestasi, bukan untuk siapa siapa karena hanya untuk kita. Tanamkan potensi yang kita miliki, dari kita untuk MIFA.
Selamat Tahun Ajaran Baru 2018/2019 semoga tahun ini dan tahun selanjutnya miliki kita bersama....


Penulis : Nayyif Sujudi, M.Pd

Editor : Teguh Budianto, S.Pd



















Friday, 22 June 2018

Kegiatan Mengisi Waktu Liburan

Saat seseorang ingin mengisi waktu luang, mereka biasanya melakukan hal - hal yang membuatnya berada di zona nyaman. Seperti bermain game, nongkrong, dan lainnya yang hal itu semua ada di zona nyaman. Padahal jika ingin mengisi waktu luang, kita bisa melakukan hal - hal lain yang bisa menghasilkan juga bermanfaat. 

Mengisi waktu luang ada banyak sekali cara untuk memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berguna untuk pribadi atau orang lain. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas diri sendiri. Bagi yang bingung ingin apa dan bagaimana saat mengisi waktu luangnya. Berikut beberapa kegiatan untuk mengisi waktu liburan atau luang.


1. Membaca Buku dan Belajar Hal Yang Baru




Bukankah buku adalah jendela ilmu? Mulai sekarang coba biasakan untuk mengisi waktu luang dengan membaca buku. Walau mungkin sebelumnya tidak ada kebiasaan atau tidak ada rasa untuk membaca buku. Kebiasaan membaca buku ini padahal bisa bermanfaat baik untuk diri sendiri.

2. Berolahraga


Belajar seharian mungkin membuat tubuh dan pikiran Anda lelah. Hal ini membuat banyak orang enggan berolahraga karena tidak mau semakin kelelahan. Padahal menurut penelitian, olahraga minimal 30 menit setiap hari dan 5 kali seminggu, dapat memperbaiki mood, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan. Untuk itu, sempatkan diri berolahraga secara teratur demi hidup yang lebih baik.

3. Ikut Kelas Tambahan



Gunakan waktu luang untuk memperluas wawasan sekaligus menambah networking. Ikuti kelas tambahan untuk menambah keterampilan Anda yang berguna bagi masa depan. Misalnya, kursus belajar bahasa asing, workshop digital marketing, pelatihan menulis, dan lain-lain.

4. Ikut Kegiatan Sosial


Indahnya jika Anda bisa belajar memberi dan melayani orang-orang yang kurang beruntung. Dengan mengikuti kegiatan sosial, hati Anda akan gembira saat melihat orang-orang yang Anda bantu tersenyum. Kebaikan sekecil apapun dapat mengubah hidup orang lain. Hidup Anda akan terasa bermakna saat Anda berbagi kebaikan dengan sesama.

5. Salurkan Hobi


Waktu luang adalah saat yang tepat untuk menyalurkan hobi kembali. Kesibukan membuat Anda tidak sempat menjalankan hobi atau kegemaran Anda. Senangkan diri Anda dengan melakukan kegiatan yang Anda sukai. Hobi dapat mengurangi stres dan meningkatkan kreativitas Anda.

Sunday, 27 May 2018

Kunjungan ke Museum Pos Indonesia

Museum Pos dibuka pada tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT). Ketika pertama didirikan, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Setelah keadaannya yang kurang terawat selama Perang Dunia ke-II, dari tanggal 18 Desember 1980, koleksinya diusahakan untuk dilengkapi lagi dengan melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-beda sejarah yang harus dijadikan koleksi museum.

Tiga tahun selanjutnya, museum diresmikan Menparpostel di tanggal 27 September 1983, ketika Hari Bhakti Postel ke-30. Sampai pada masa itu, museum sudah memiliki koleksi benda-benda dan peralatan yang ada hubungannya dengan proses sejarah pos dari masa ke masa, selama lima masa pemerintahan yaitu dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Melewati museum itu bisa diketahui bahwa selama masa kemerdekaan, Pos Indonesia sekurang - kurangnya sudah lima kali ganti nama dan ganti lambang. awalnya Jawatan PTT (1945-1961), lalu jadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero).

Dan Saat ini, pada tahun 2013, Museum pos ini sudah dilengkapi gadget Win Audio tour guide, yang memudahkan pengunjung, untuk merasakan pengalaman berkeliling museum secara fun tanpa mengurangi nilai informasi edukasinya. Audio tourguide adalah seperangkat gadget yang memiliki tombol angka, dimana pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Saat ini di Museum Pos Indonesia terdapat 50 objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan adanya audio guide ini, diharapkan pengunjung semakin mencintai museum, karena informasi audionya sudah di sesuaikan dengan menambah suasana hiburan, fun dan edukatif.








Friday, 25 May 2018

Bulan Ramadhan Menjadi Pengokoh Iman



Saat ini kita masih berada pada bulan Ramadhan yang penuh berkah. Di negeri ini bulan Ramadhan tahun 1439 H ini datang dalam kondisi situasi negeri yang sangat memprihatinkan. Berbagai problem menerpa bangsa ini mulai dari problem ekonomi, politik, keamanan hingga menyentuh sendi sosial kemasyarakatan.

Sembari mengisi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami mengajak kaum Muslim merenungi situasi yang terjadi. Dengan itu hikmah Ramadhan dapat kita rasakan tidak hanya dalam konteks pribadi, namun juga dalam konteks kita sebagai bagian dari masyarakat negeri ini.

Sungguh setiap perkara yang Allah SWT wajibkan atas manusia hendaklah berat karena pasti dalam kadar kesanggupan manusia. Dalam kondisi tertentu Allah SWT bahkan memberikan keringanan kepada hamba-Nya. Jika tidak mampu shalat berdiri, misalnya. Allah SWT membolehkan shalat dengan duduk; atau jika tidak mampu juga, boleh sambil berbaring. Begitu juga dengan puasa Ramadhan. Yang sakit atau dalam perjalanan, boleh tidak puasa, tetapi wajib menggantinya ( Qadha ) pada hari lainnya. Demikian seterusnya. Itulah yang Allah SWT kehendaki.

Sunday, 29 April 2018

Pendaftaran Ulang

Sama halnya dengan tata cara pendaftaran online siswa baru, pendaftaran ulang tidak jauh berbeda. Namun, pendaftaran ulang ini lebih singkat hanya ada beberapa pertanyaan yang diajukan. Anda bisa melakukan pendaftaran ulang disini.

Berikut ini tampilan form pendaftaran ulang dan beberapa pertanyaan yang diajukan: